BOGOR | Bogorraya.co
Pria bernama Indra alias Hendra (36) ditangkap polisi setelah menganiaya wanita berinisial RR (35) di Nanggung, Kabupaten Bogor. Korban dibanting ke lantai saat terjadi keributan diduga dipicu masalah utang-piutang. “Pelaku penganiayaan Indra alias Hendra, seorang pria berusia 36 tahun yang beralamat di tempat yang sama dengan korban. Pelaku dan Korban ini tetangga, hanya beda RT rumahnya,” kata Kanit Reskrim Polsek Nanggung Ipda Nurjaman, Senin (13/5/2024).
Nurjaman menjelaskan penganiayaan terjadi di Desa Banar, Nanggung, Kabupaten Bogor, pada Jumat (10/5/2024) lalu. Pelaku bersama keluarganya datang untuk menagih utang yang diklaim dimiliki almarhum orang tua korban.
“Informasi awal begitu, karena utang-piutang antar-orang tua pelaku dan korban. Orang tua pelaku kan sudah meninggal ya, jadi pelaku ini sama ahli waris lain datang ke situ,” kata Nurjaman.
“Cuma karena korban juga merasa tidak tahu-menahu, karena orang tuanya juga sudah meninggal, kemudian terjadi adu mulut antara perempuan (korban) dengan perempuan keluarga pelaku. Saling dorong, mereka,” sambungnya.
Berdalih menengahi, pelaku kemudian menarik korban dan membantingnya ke lantai. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka parah di wajahnya.
“Kemudian diamankan (dilerai), tersangka yang laki-laki ini kemudian menarik korban, kemudian membanting korban ke lantai. Pengakuannya sih untuk memisahkan,” kata Nurjaman.
Terpisah, kakak korban bernama Firman menyebut utang yang diklaim pelaku merupakan kerugian ketika orang tua keduanya membuka usaha bersama.
“Jadi masalah kan emang masalah sudah lama, diungkit lagi. Kan orang-orang yang berkaitan masalah itu juga sudah meninggal semua, jadi sama pihak pelaku diungkit lagi,” kata Firman.
“Katanya sih (gegara) utang, tetapi sebenarnya kan itu bukan utang. Jadi dulunya itu mungkin ada semacam kerja sama, bikin usaha bareng antara urut saya dan orang tua pelaku. Dijelaskan juga sama orang tua saya, sebenarnya itu kan usah bareng, jadi ketika rugi, ya rugi bareng-bareng. Nah mereka itu tetap menganggap itu sebagai utang,” imbuhnya. (dtk/Fj)