Pemerintahan Jokowi di Kritik Keras UMY Soal Etika dan Konstitusi

- Jurnalis

Minggu, 4 Februari 2024 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

istimewa

istimewa

JAKARTA | Bogorraya.co

Sivitas akademik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) secara tegas mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo, menyatakan bahwa pemerintahan tersebut dianggap gagal dalam menjaga konstitusi dan etika bernegara. Kritikan ini disampaikan dalam Pesan Kebangsaan dan Imbauan Moral ‘Mengawal Demokrasi Indonesia yang Berkeadaban’ yang diikuti oleh Dewan Guru Besar, Rektor, dan Mahasiswa UMY di depan Gedung AR. Fachrudin, UMY, Bantul, pada Sabtu (3/2).

Dalam pernyataannya, Guru Besar UMY Akif Khilmiyah menyatakan bahwa selama setahun terakhir pemerintahan Presiden Jokowi, terjadi eskalasi pelanggaran konstitusi dan hilangnya etika dalam bernegara. Ia menyoroti beberapa isu, termasuk pengurangan kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), korupsi di kalangan pejabat, tidak berfungsinya DPR dalam membela kepentingan negara, dan sebagian hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang dianggap kehilangan etika dan harga diri.

Puncak dari kritik tersebut adalah ketika Hakim MK dianggap sebagai sandera oleh penguasa untuk memastikan ambisinya dan hilangnya etika dalam politik kontestasi menjelang pelaksanaan Pemilu 2024. Akif menilai bahwa para penyelenggara negara, termasuk pemerintah, DPR, dan peradilan, gagal menunjukkan keteladanan dalam menjaga kepatuhan terhadap prinsip-prinsip konstitusi dan etika bernegara.

Baca Juga :  Lingga Siswa SDN Tanah Tinggi 7 Kota Tangerang Turut Meriahkan Pesta Rakyat

UMY menegaskan bahwa sebagai negara demokrasi berdasarkan konstitusi, para penyelenggara negara seharusnya menjadi teladan utama dalam menegakkan prinsip-prinsip konstitusi dan memberikan contoh dalam menegakkan etika bernegara bagi warga negara. Tanpa keteladanan ini, UMY memperingatkan bahwa Indonesia akan menghadapi risiko menjadi negara gagal.

Mendukung pemegang kekuasaan sejati, yaitu rakyat, UMY mendorong agar masyarakat berperan aktif dalam mengingatkan penyelenggara negara untuk mematuhi konstitusi dan merawat demokrasi Indonesia. Universitas ini juga mendesak Presiden Jokowi untuk menjalankan kewajiban konstitusionalnya dalam memastikan Pemilu 2024 yang jujur dan adil.

Baca Juga :  Sebanyak 624 Penerima KJMU tak Sesuai Pemadanan Data

Dalam tuntutannya, UMY juga menekankan pentingnya netralitas aparat hukum, seperti Polisi dan Kejaksaan, dalam kontestasi Pemilu 2024. Mereka juga meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), dan lembaga terkait untuk bersikap independen dalam mengawasi Pemilu.

Selain itu, UMY menuntut partai politik untuk menghentikan praktik politik uang dan penyalahgunaan kekuasaan selama kontestasi Pemilu 2024, serta lebih menekankan politik gagasan dan edukasi politik yang mencerdaskan rakyat. Universitas ini juga mendesak lembaga peradilan, termasuk Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK), untuk bersikap independen dan imparsial dalam menangani sengketa dan pelanggaran selama proses Pemilu 2024.

Terakhir, UMY mengimbau seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan Pemilu 2024 agar bermartabat, jujur, dan adil, dengan harapan dapat menghasilkan pemimpin yang visioner dan berani menegakkan prinsip-prinsip konstitusi.”Pungkasnya(il/JR)

Penulis : il

Berita Terkait

Pemkot Bogor Imbau Sekolah Tunda Study Tour Buntut Kecelakaan Maut di Subang
Atap Sekolah Ambruk, 8 Siswa Terluka
Tasyakuran tahfizhul qur’an dirayakan dengan haru di Ponpes Riyadlus Shalihien Bismillah
Peserta Antusias Ikuti Lomba Teknologi Tepat Guna di Tangerang
Korwil Pendidikan Kecamatan Kosambi Gelar OSN, PLS2N dan O2SN
Penerima KJP dan KJMU Dipastikan Tepat Sasaran
Tingkatkan Bakat Pelajar Dibidang Kesenian, ILUNITARA Gelar Lomba Tari Tradisional
Di Kabupaten Tangerang Airlangga Hartarto Simulasi Pilot Project Program Nasional SISTARA
Berita ini 2 kali dibaca
Sivitas akademik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) secara tegas mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo, menyatakan bahwa pemerintahan tersebut dianggap gagal dalam menjaga konstitusi dan etika bernegara. Kritikan ini disampaikan dalam Pesan Kebangsaan dan Imbauan Moral 'Mengawal Demokrasi Indonesia yang Berkeadaban' yang diikuti oleh Dewan Guru Besar, Rektor, dan Mahasiswa UMY di depan Gedung AR. Fachrudin, UMY, Bantul, pada Sabtu (3/2).

Berita Terkait

Kamis, 16 Mei 2024 - 12:52 WIB

Aksi 3 Siswi SMA Rampok Rumah di Bogor, Gasak Uang Rp 13,8 Juta

Kamis, 16 Mei 2024 - 12:41 WIB

Terjaring Razia di Bogor, Sejumlah Bus Kena Tilang karena KIR Mati

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:28 WIB

Melawan Saat Ditangkap, Pembacok Mahasiswa di Bogor Ditembak di Kaki

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:19 WIB

Polisi Tangkap Pria Bogor Usai Aniaya Wanita gegara Utang

Senin, 13 Mei 2024 - 10:26 WIB

Gagal Curi Motor Wisatawan Asal Tangerang, Maling Diamuk Massa di Ciawi

Rabu, 8 Mei 2024 - 10:20 WIB

Tragis, Pemotor Tewas Setelah Mengalami Kecelakaan Lalu di Tabrak Lagi Pemotor Lain

Rabu, 8 Mei 2024 - 10:06 WIB

Viral! Seorang Pelajar Mengalami Pelecehan Seksual

Selasa, 7 Mei 2024 - 09:51 WIB

Pembunuhan Kakak Tiri di Medan Serahkan Diri ke Polres Bogor

Berita Terbaru