Korban Banjir di Muratara (Sumsel) Terserang Berbagai Penyakit

- Jurnalis

Rabu, 17 Januari 2024 - 08:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Bogorraya.co

Ribuan warga Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel), mengalami dampak serius akibat banjir yang telah merendam wilayah mereka dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menyebabkan munculnya berbagai jenis penyakit di antara penduduk setempat. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, pada Rabu (17/1/2024), sebanyak 2.135 warga dilaporkan telah terkena sejumlah penyakit yang beragam.

Beberapa penyakit yang mencuat akibat dampak banjir termasuk gatal-gatal atau dermatitis, mialgia, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), febris/demam, hipertensi, gastritis, kutu air, diare, dyspepsia, dan cephalgia.

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengungkapkan bahwa dari 10 jenis penyakit tersebut, kasus tertinggi terjadi pada penyakit gatal-gatal atau dermatitis, dengan jumlah kasus mencapai 544. “Akibat banjir yang melanda Kabupaten Muratara, kini terdapat 10 jenis penyakit yang menyerang warga. Yang telah terdata saat ini sebanyak 2.135 orang terserang penyakit,” ujar Sudirman pada Selasa (16/1/2024).

Baca Juga :  Mohon Do'a dan Dukungan, Agus Mulayana Ingin Majukan HIPMI Tangerang

Berikut adalah data jumlah warga dan jenis penyakit yang tercatat sebagai dampak bencana banjir:

1. Dermatitis: 544 kasus
2. Mialgia: 357 kasus
3. ISPA: 354 kasus
4. Febris/demam: 344 kasus
5. Hipertensi: 159 kasus
6. Gastritis: 132 kasus
7. Kutu air: 102 kasus
8. Diare: 65 kasus
9. Dyspepsia: 55 kasus
10. Cephalgia: 23 kasus

Sudirman menjelaskan bahwa Muratara telah dinyatakan dalam status tanggap darurat lebih dahulu, sementara satu wilayah lainnya, yaitu Muba, baru saja mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pada pagi harinya (16/1/2024) untuk menetapkan status tanggap darurat. Status ini diambil karena bencana banjir telah terjadi dan berdampak serius pada masyarakat, ekonomi, dan sektor lainnya.

Baca Juga :  Ratusan Anggota Pramuka Dapat Garasi Gemilang

Status tanggap darurat diberlakukan selama 14 hari, dan jika kondisi di dua wilayah tersebut masih berisiko tinggi terhadap bencana, perpanjangan status dapat dilakukan. Sementara itu, tiga daerah lainnya, yaitu Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, dan Banyuasin, juga telah dinyatakan dalam status siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor.(il/BDR)

Berita Terkait

Liburan Sekolah Makin Seru berStaycation di Hotel Santika Premiere Bintaro
Dihadapan Timses Cibodas, Bakal Calon Walikota Tangerang Helmy Halim Siap Layani Publik
Pilkada Kota Tangerang : Helmy Halim Incer PKS
Ingin Bersama PKB, Helmy Halim Optimis Direkom
Helmy Halim: PSI Kota Tangerang “Spektakuler”, Resmi Mendaftar ke “Partainya” Kaesang
Aksi 3 Siswi SMA Rampok Rumah di Bogor, Gasak Uang Rp 13,8 Juta
Potensi Konflik Horizontal di Pilkada Bogor, Bawaslu: Kerawanan Lebih Tinggi dari Pemilu
Terjaring Razia di Bogor, Sejumlah Bus Kena Tilang karena KIR Mati
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juli 2024 - 16:09 WIB

Liburan Sekolah Makin Seru berStaycation di Hotel Santika Premiere Bintaro

Rabu, 19 Juni 2024 - 09:54 WIB

Dihadapan Timses Cibodas, Bakal Calon Walikota Tangerang Helmy Halim Siap Layani Publik

Jumat, 24 Mei 2024 - 22:24 WIB

Ingin Bersama PKB, Helmy Halim Optimis Direkom

Selasa, 21 Mei 2024 - 12:43 WIB

Helmy Halim: PSI Kota Tangerang “Spektakuler”, Resmi Mendaftar ke “Partainya” Kaesang

Kamis, 16 Mei 2024 - 12:52 WIB

Aksi 3 Siswi SMA Rampok Rumah di Bogor, Gasak Uang Rp 13,8 Juta

Berita Terbaru